Logo Design by FlamingText.com
Logo Design by FlamingText.com

Selasa, 17 Desember 2013

Menangkal Serangan Santet dengan Ilmu Fisika

Neomisteri – Santet, teluh ataupun sihir bukanlah fenomena yang asing di Indonesia. Meski masih diselimuti misteri, tapi beberapa masyarakat Indonesia meyakini serangan ilmu hitam seperti santet benar-benar ada.

Santet adalah ilmu hitam yang digunakan untuk mencelakai seseorang dari jarak jauh. Biasanya serangan dilakukan dengan medium yang berbeda-beda, seperti menggunakan boneka, kembang aneka rupa atau atribut sesajian lainnya.

Santet biasanya dilakukan oleh seseorang yang sudah mendalami ilmu hitam dan mendapat perintah dari seseorang yang memiliki dendam kepada orang lain. Orang yang menjadi sasaran santet biasanya akan menjadi cacat atau bahkan meninggal dunia.

Dalam kepercayaan masyarakat pasundan, Santet lebih dikenal dengan nama teluh. Sementara bangsa Arab menyebutnya dengan nama Ainun Saqhiroh yang bisa diartikan sesuatu yang bergerak cepat dan menyilaukan mata
.
Ilmu santet bukan hanya dikenal masyarakat Indonesia saja. Di belahan dunia lain, ada juga kepercayaan tentang ilmu sihir atau serangan santet yang tentunya memiliki nama yang beragam. Seperti di Afrika yang lebih dikenal dengan nama Voodo.

Voodo diketahui juga sejenis dengan ilmu santet. Serangan Voodo biasanya dilakukan dengan boneka yang menjadi medium seseorang mencelakai orang yang dituju. Bagaimana jarum yang ditusuk ke boneka, sakitnya bisa dirasakan oleh orang yang dituju.

Misteri yang masih menyelubungi membuat masyarakat cukup kesulitan untuk mencari penangkalnya. Namun banyak yang percaya ilmu santet tidak jauh bedanya dengan aktifitas energi di alam semesta yang bisa ditelaah secara ilmu fisika.

Alasan energi serangan santet bisa berwujud paku, kawat dan lainnya ternyata bisa dijelaskan melalui proses materialisasi energi. Sehingga ilmu santet diyakini bisa ditangkal jika kita memahami ilmu santet secara ilmu fisika.

Ilmu santet ataupun makhluk halus diketahui merupakan energi yang bermuatan negatif (-). Begitupula dengan bumi yang juga memiliki muatan negatif (-). Rumus C Coulomb menyatakan muatan yang selaras akan saling menolak. Sebaliknya, muatan yang tidak selaras akan tarik menarik.
F = K * ((Q1*Q2)/R^2)
F = Gaya tarik menarik
K = Konstanta
Q1, Q2 = Muatan
R = Jarak

Karena sama-sama memiliki muatan negatif, makhluk halus tidak menyentuh bumi. Sehingga tidak heran jika banyak orang yang pernah melihat sosok hantu, mengatakan jika sosok ghaib yang mereka lihat tidak menapakkan kaki di bumi.

Begitupula halnya dengan ilmu santet. Karena bermuatan negatif (-), salah satu cara menangkal serangan ilmu santet adalah dengan tidur langsung menyentuh bumi. Ini menyebabkan santet kesulitan menyerang orang yang dituju karena tertolak muatan negatif (-) bumi.

Santet diketahui bergerak minimal sekitar 50 cm di atas permukaan tanah. Maka bila seseorang tidur di atas lantai (boleh menggunakan alas tidur/kasur setinggi 15 cm), diyakini tidak mungkin terkena serangam santet.

Cara menangkal lainnya dengan menggunakan rumus C Coulomb adalah dengan menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan negatif (-). Seperti pohon kelor dan bambu kuning. Biasanya pohon yang bermuatan negatif (-), akarnya tidak terlalu kuat mencengkram tanah.

Berbeda halnya dengan pohon atau tanaman yang memiliki muatan positif (+) semacam beringin, kemuning, alas randu dan pohon asem. Daya tarik menarik antara muatan negatif (-)makhluk halus dan muatan positif (+) pohon-pohon jenis tersebut membuatnya sering dijadikan tempat tinggal para makhluk halus.

 Sumber : http://neomisteri.com

Kamis, 17 Oktober 2013

BODOH

       Pagi ini, ketika semua orang beraktivitas diluar. Sekumpulan anak rantauan masih berada dalam dekapan selimut hangat. Tidur, mandi dan yang satu didepan layar kaca. mata terpaku tangan terkunci. Desauan angin dan hujan berpadu dalam sejuknya pagi tak cerah. Bau menyengat keluar dari celah-celah tubuh bak semerbak parfum basi yang tak laku dijual. Tangan-tangan jahil menari-nari diatas papan hitam kotak-kotak bertuliskan huruf dan angka. layar putih bertuliskan kalimat tak jelas pun terpampang dengan penuh makna.
           Satu-satu kalimat manis penuh makna berbunyi. puisi bukan puisi, syair bukan syair, pantun bukan pantun namun hanya curhat colongan belaka. Judul yang tidak tepat dikatakan namun dipakai juga, "Karena Sendiri"

                                                                 KARENA SENDIRI
BR

kadang aku merasa bingung dengan diriku,
apakah tujuan hidup ini,
haruskah aku terpaku dalam sendu,
tersesat dalam hati nurani

tepat dalam pikiran, ku lambungkan niat minus,
jauh dalam hati terpampang jiwa sinis,
terbalut emosi sang raja hutan,
bak kebakaran jenggot sang kakek sadis

kutanyakan pada cermin depan diri,
siapa aku, kenapa aku, bagaimana aku,
tak ada bunyi tak ada sautan dan tanpa basa basi
retak cerminpun tak berbunyi, layaknya sonar kehabisan suara

lurus didepan jalan panjang terbentang,
langit biru penuh coretan putih tanpa warna lain,
kapan hal itu akan datang,
membawa kabar burung sudah terjalin,

hiruk pikuk kota lenyap saat orang sepi
burung berkicauan bisu saat hutan mati,
suara laut sepi saat ombak pergi,
suasana hati kosong saat kamu pergi,

derita hati karena sendiri
dibuat karena ulah hati ibu tiri
tanpa basa basi namun caci maki
tanpa peduli hati yang disakiti

sesal penuh luka pun didapatkan
bagai cambuk perih yang dirasakan
tanpa setetes betadin, kapas dan kasa
tanpa darah namun hanya hati yang tersiksa

Tuhan tau apa yang dirasa
Tuhan tau apa yang dikata 
Tuhan tau apa yang dimau
dan Tuhan tau Tuhan harus apa

Sampai akhir itu ketikan jari terhenti dan seraya berkata dalam hati "BODOH" , terakhir kalinya, dan untuk yang terakhir kalinya. 
         Hujan akhirnya berhenti, sang surya pun keluar dari balik selimut awan. jam-jam dilewati akhirnya berhenti dengan ditandainya turn off dan layar hitam.  No more !  


Kamis, 03 Oktober 2013

KAPASITOR

KAPASITOR


Kapasitor (Kondensator)
Kapasitor (Kondensator) yang dalam rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf “C” adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kapasitor ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867). Satuan kapasitor disebut Farad (F). Satu Farad = 9 x 1011 cm2 yang artinya luas permukaan kepingan tersebut.

Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini tersimpan selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan.



1.1. Kapasitansi
Kapasitansi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Dengan rumus dapat ditulis :

Q = C V

Q = muatan elektron dalam C (coulombs)
C = nilai kapasitansi dalam F (farad)

V = besar tegangan dalam V (volt)

Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumus dapat di tulis sebagai berikut :

C = (8.85 x 10-12) (k A/t)

Berikut adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik yang disederhanakan.
Untuk rangkaian elektronik praktis, satuan farad adalah sangat besar sekali. Umumnya kapasitor yang ada di pasaran memiliki satuan : µF, nF dan pF.
1 Farad = 1.000.000 µF (mikro Farad)
1 µF = 1.000.000 pF (piko Farad)
1 µF = 1.000 nF (nano Farad)
1 nF = 1.000 pF (piko Farad)
1 pF = 1.000 µµF (mikro-mikro Farad)
1 µF = 10-6 F
1 nF = 10-9 F
1 pF = 10-12 F

Konversi satuan penting diketahui untuk memudahkan membaca besaran sebuah kapasitor. Misalnya 0.047µF dapat juga dibaca sebagai 47nF, atau contoh lain 0.1nF sama dengan 100pF.

Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.


Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju yang sering disebut kapasitor (capacitor).


2.2 Wujud dan Macam Kondensator
Berdasarkan kegunaannya kondensator di bagi menjadi :
1. Kondensator tetap (nilai kapasitasnya tetap tidak dapat diubah)
2. Kondensator elektrolit (Electrolit Condenser = Elco)
3. Kondensator variabel (nilai kapasitasnya dapat diubah-ubah)

Pada kapasitor yang berukuran besar, nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan angka yang jelas. Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya. Misalnya pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 100µF25v yang artinya kapasitor/ kondensator tersebut memiliki nilai kapasitansi 100 µF dengan tegangan kerja maksimal yang diperbolehkan sebesar 25 volt.

Kapasitor yang ukuran fisiknya kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja. Jika hanya ada dua angka, satuannya adalah pF (pico farads). Sebagai contoh, kapasitor yang bertuliskan dua angka 47, maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF. Jika ada 3 digit, angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal, sedangkan angka ke-3 adalah faktor pengali. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya, berturut-turut 1 = 10, 2 = 100, 3 = 1.000, 4 = 10.000, 5 = 100.000 dan seterusnya.


Contoh :
Untuk kapasitor polyester nilai kapasitansinya bisa diketahui berdasarkan warna seperti pada resistor.

Contoh :
Seperti komponen lainnya, besar kapasitansi nominal ada toleransinya. Pada tabel 2.3 diperlihatkan nilai toleransi dengan kode-kode angka atau huruf tertentu. Dengan tabel tersebut pemakai dapat dengan mudah mengetahui toleransi kapasitor yang biasanya tertera menyertai nilai nominal kapasitor. Misalnya jika tertulis 104 X7R, maka kapasitansinya adalah 100nF dengan toleransi +/-15%. Sekaligus diketahui juga bahwa suhu kerja yang direkomendasikan adalah antara -55Co sampai +125Co .

Dari penjelasan di atas bisa diketahui bahwa karakteristik kapasitor selain kapasitansi juga tak kalah pentingnya yaitu tegangan kerja dan temperatur kerja. Tegangan kerja adalah tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Misalnya kapasitor 10uF25V, maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh melebihi 25 volt dc. Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC. Sedangkan temperatur kerja yaitu batasan temperatur dimana kapasitor masih bisa bekerja dengan optimal. Misalnya jika pada kapasitor tertulis X7R, maka kapasitor tersebut mempunyai suhu kerja yang direkomendasikan antara -55Co sampai +125Co. Biasanya spesifikasi karakteristik ini disajikan oleh pabrik pembuat di dalam datasheet.


2.3. Rangkaian Kapasitor
Rangkaian kapasitor secara seri akan mengakibatkan nilai kapasitansi total semakin kecil. Di bawah ini contoh kapasitor yang dirangkai secara seri.

Pada rangkaian kapasitor yang dirangkai secara seri berlaku rumus :

Rangkaian kapasitor secara paralel akan mengakibatkan nilai kapasitansi pengganti semakin besar. Di bawah ini contoh kapasitor yang dirangkai secara paralel.

Pada rangkaian kapasitor paralel berlaku rumus :


2.4. Fungsi Kapasitor
Fungsi penggunaan kapasitor dalam suatu rangkaian :
1. Sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain (pada PS = Power Supply)
2. Sebagai filter dalam rangkaian PS
3. Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian antenna
4. Untuk menghemat daya listrik pada lampu neon
5. Menghilangkan bouncing (loncatan api) bila dipasang pada saklar


2.5. Tipe Kapasitor
Kapasitor terdiri dari beberapa tipe, tergantung dari bahan dielektriknya. Untuk lebih sederhana dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu kapasitor electrostatic, electrolytic dan electrochemical.

Kapasitor Electrostatic
Kapasitor electrostatic adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik, film dan mika. Keramik dan mika adalah bahan yang popular serta murah untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya kecil. Tersedia dari besaran pF sampai beberapa µF, yang biasanya untuk aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. Termasuk kelompok bahan dielektrik film adalah bahan-bahan material seperti polyester (polyethylene terephthalate atau dikenal dengan sebutan mylar), polystyrene, polyprophylene, polycarbonate, metalized paper dan lainnya.

Mylar, MKM, MKT adalah beberapa contoh sebutan merek dagang untuk kapasitor dengan bahan-bahan dielektrik film. Umumnya kapasitor kelompok ini adalah non-polar.

Kapasitor Electrolytic
Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan – di badannya. Mengapa kapasitor ini dapat memiliki polaritas, adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutub positif anoda dan kutub negatif katoda.

Telah lama diketahui beberapa metal seperti tantalum, aluminium, magnesium, titanium, niobium, zirconium dan seng (zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan metal-oksida (oxide film). Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui proses elektrolisa, seperti pada proses penyepuhan emas. Elektroda metal yang dicelup ke dalam larutan elektrolit (sodium borate) lalu diberi tegangan positif (anoda) dan larutan electrolit diberi tegangan negatif (katoda). Oksigen pada larutan electrolyte terlepas dan mengoksidasi permukaan plat metal. Contohnya, jika digunakan Aluminium, maka akan terbentuk lapisan Aluminium-oksida (Al2O3) pada permukaannya.


Dengan demikian berturut-turut plat metal (anoda), lapisan-metal-oksida dan electrolyte (katoda) membentuk kapasitor. Dalam hal ini lapisan-metal-oksida sebagai dielektrik. Dari rumus (2) diketahui besar kapasitansi berbanding terbalik dengan tebal dielektrik. Lapisan metal-oksida ini sangat tipis, sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor yang kapasitansinya cukup besar.

Karena alasan ekonomis dan praktis, umumnya bahan metal yang banyak digunakan adalah aluminium dan tantalum. Bahan yang paling banyak dan murah adalah aluminium. Untuk mendapatkan permukaan yang luas, bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial. Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansinya besar. Sebagai contoh 100uF, 470uF, 4700uF dan lain-lain, yang sering juga disebut kapasitor elco.

Bahan electrolyte pada kapasitor tantalum ada yang cair tetapi ada juga yang padat. Disebut electrolyte padat, tetapi sebenarnya bukan larutan electrolit yang menjadi elektroda negatif-nya, melainkan bahan lain yaitu manganese-dioksida. Dengan demikian kapasitor jenis ini bisa memiliki kapasitansi yang besar namun menjadi lebih ramping dan mungil. Selain itu karena seluruhnya padat, maka waktu kerjanya (lifetime) menjadi lebih tahan lama. Kapasitor tipe ini juga memiliki arus bocor yang sangat kecil Jadi dapat dipahami mengapa kapasitor Tantalum menjadi relatif mahal.


Kapasitor Electrochemical
Satu jenis kapasitor lain adalah kapasitor electrochemical. Termasuk kapasitor jenis ini adalah battery dan accu. Pada kenyataannya battery dan accu adalah kapasitor yang sangat baik, karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor (leakage current) yang sangat kecil. Tipe kapasitor jenis ini juga masih dalam pengembangan untuk mendapatkan kapasitansi yang besar namun kecil dan ringan, misalnya untuk aplikasi mobil elektrik dan telepon selular.